Pertanyaan yang wajar

Kalau pertanyaan Anda tidak ada di sini, tanyakan lewat tombol chat di pojok kanan bawah.

Siapa yang memegang uang saya?
Uang aman di mitra pembayaran berlisensi Bank Indonesia. Rekbera tidak menyimpan dana Anda sendiri — kami yang menjaga urutannya, mitra pembayaran yang memegang uangnya.
Kenapa tidak transfer langsung saja biar tidak kena biaya?
Karena kalimat itu justru pola penipuan paling umum. Begitu uang keluar dari jalur rekbera, tidak ada lagi yang menahannya dan tidak ada lagi yang bisa mengembalikannya. Rekbera tidak pernah meminta transfer ke rekening pribadi siapa pun, termasuk ke rekening yang mengaku milik kami.
Berapa biayanya?
Sampai Rp 1.000.000 kena flat Rp 10.000. Di atas itu persentasenya turun mengikuti besar transaksi — 1%, lalu 0,8%, sampai batas bawah 0,5% untuk transaksi besar. Biayanya selalu dibagi dua antara pembeli dan penjual, dan rinciannya selalu ditampilkan sebelum Anda membayar — tidak ada biaya tersembunyi.
Bagaimana saya tahu link-nya asli?
Jangan klik link yang mencurigakan. Ketik sendiri rekbera.com di browser, lalu tempel link itu ke kotak "Cek Transaksi" di halaman utama. Kalau transaksinya nyata, ia akan muncul; kalau tidak ditemukan, link itu bukan dari rekbera. Dengan cara ini Anda memverifikasi dari alamat yang Anda ketik sendiri — bukan dari alamat yang dikirim orang lain.
Link transaksi saya hilang, chat WhatsApp-nya sudah terhapus.
Selama Anda masih punya kodenya (12 karakter), tempel di kotak "Cek Transaksi" di halaman utama. Kalau kodenya juga hilang, minta ulang ke penjual — ia bisa melihatnya di dashboard. Uang Anda tetap ditahan rekbera selama itu; tidak ada yang hilang karena link-nya hilang.
Kalau barang tidak sesuai?
Ajukan komplain sebelum masa tunggu habis. Dana tetap ditahan selama sengketa diperiksa. Anda mengirim bukti, penjual mengirim bukti, lalu tim kami memutuskan dalam maksimal 5 hari.
Rekbera punya admin WhatsApp?
Tidak. Rekbera tidak pernah menghubungi Anda duluan lewat WhatsApp, tidak pernah meminta transfer ke rekening pribadi, dan tidak pernah meminta OTP. Sindikat rekber palsu meniru nama dan foto profil admin, tapi mereka tidak bisa meniru domain rekbera.com — cek alamat di browser Anda.

Butuh penjelasan lebih lanjut? Kunjungi Pusat Bantuan rekbera

Deal berikutnya, jangan transfer duluan.